Jumat, 21 November 2014

Libur kuliah tiba. Aku dan teman-teman berencana untuk pergi berkemah. Memang, aku dan 5 orang temanku sangat suka berkemah dan mengagumi keindahan alam Indonesia. Kali ini, tujuan kami adalah kota Malang. Setelah kami tiba didesa dekat bukit dimana kami akan berkemah, kami bersiap untuk naik gunung. Tiba-tiba ada seorang bapak menghampiri kami. “Kalian mau naik gunung?” tanyanya. “Ya, pak. Rencananya kami akan berkemah disana malam ini,” ujar San. “Sebaiknya, jangan mala mini. Tunggu sampai lusa.” ujar bapak tersebut dan diapun berlalu. “Gimana, Bon?” tanya San. “Ah, persetan dengan bapak tadi. Kita berkemah malam ini juga.” ujarku.

Kamipun berangkat mendaki gunung untuk mencapai lokasi pagi itu. Ditengah perjalanan, kami istirahat sejenak dipos 1 untuk mengisi ulang tenaga kami. Seperti biasa, Ron dan Tan mengeluarkan kemampuan bermusik mereka. Lumayan, petikan lembut gitar mereka membuat pikiran kita lebih rileks. Aku merebahkan diri disaung tempat kami istirahat. Dan tak terasa, akupun tertidur. Ketika bangun, hari sudah malam dan kulihat disekelilingku, teman-temanku sudah tidak ada. “Sialan, aku ditinggal,” kukeluarkan HP untuk menghubungi teman-temanku. Ternyata sinyal tidak ada. Aku memakai radio pemanggil dan tetap, tidak ada yang merespon. Tiba-tiba dari belakang saung tepat di pohon randu yang sangat besar, terdengar suara tawa seorang laki-laki. “Ha..Ha..Ha..” Aku menoleh dan melihat kepala dengan rambut terikat dibatang pohon tersebut dan darah masih bercucuran dari kepala dengan leher terpotong itu. Tidak hanya satu, tetapi banyak kepala terpotong yang tergantung di pohon tersebut dan semuanya menyeringai tertawa, seperti menertawaiku.

Aku langsung berlari sekencang-kencangnya tanpa memperhatikan arah. Setelah berhenti  karena kehabisan nafas, aku menyadari bahwa aku sudah masuk jauh ke dalam hutan. Aku terduduk kelelahan dibawah pohon besar, mencoba menenangkan diriku. Tiba-tiba, ada tangan yang menjulur dari atas pohon dan menarik kepalaku ke atas pohon. Lalu aku melihat ke arah bawah dan yang terlihat hanya tubuhku yang tergeletak dibawah pohon tanpa kepala. Pandanganku tiba-tiba menjadi gelap dan aku….

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda